Thursday, October 10, 2013

unexpected things

Just Rewrite
2013 August

Malam diantara peluh yang mengalir dekat hati, didalam dekat tengkorak dan peluh yang terus menderas dalam batin yang terus menggigil. 
Hanya ada satu jeda, sekian detik cahaya, satu objek yang mengalihkan peluh itu menjadi rasa syukur yang bukan hanya sunggingan senyum, tapi juga doa tiada henti untuk sang pengalih peluh.

Ada beberapa "hadiah?" dari dua orang teman yang sangat berbeda hubungannya dengan saya.
dua buah hadiah yang sangat cantik.
Dan saya berharap cantiknya sama dengan wajah mereka ketika berpikir "ini" untuk saya. senyuman yang cantik sebagai pengantar "hadiah" yang tulus. Semoga saja, Insya Allah.
kebermaknaannya tentu saja bukan pada "barang"nya. Tetapi pada nilai yang dapat saya ambil, perhatikan, dipahami dan dijadikan evaluasi. 
Dua orang ini, teman, 
mereka adalah orangorang yang saya merasa pernah bersuhu panas dingin dengan mereka. Sudah tidak seharmonis dulu, entahlah
tapi ternyata datang, mengetuk pintu dan mengucap salam.
:) 
ada banyak ketidakmungkinan diluar sini
ada banyak persoalan yang tidak perlu kamu jawab
lebih banyak memahami saja
jangan terlalu banyak menghakimi
Allah menciptakan kita dengan banyak kepingan cahaya 

maka jawablah salam dan rangkullah bahubahupenuh rindu. 

Friday, October 4, 2013

Sudut Lain

Sudut lain jalan ini, sudut lain tempat ini
Sudut lain takdir ini

sapa sajalah angin
dia yang hilir mudik memenuhi udaramu
dia yang tak pernah kau tahu
tak pernah kau rasa bahwa ada
bahwa belaiannya nyata

sapa sajalah yang nyata
tapi tak berasa
buka saja tutup mata
buka saja paradigma
buka saja kulit luar yang tanpa peka

duniamu bukan hanya tentang satu mata
tidak hanya satu cita, tidak satu rasa
dunia itu banyak cara, bukan hanya tentang dia

seperti langit, seperti lukisan perjalanan menuju Tuhan...

Bandung, 04 Oktober 2013
23.00 WIB

Wednesday, September 18, 2013

frown's day

picture from here

16 September 2013
Hari yang sangat menguras banyak hal, energimu, dayamu,
Karena sangat lelah, lemas, bahkan seulas senyum, atau anggukan pun hilang tak beraga.
How the worst am i?
 Saya baru menyadari sebuah atau bahkan beberapa hal yang sangat mengganggu. Diantaranya adalah the worst time who i’ve had. What is that? Time when i’m sick. Everything will gonna be so bad. Ketika saya sangat kesakitan, selain akan menangis, mulut saya pun tak akan beraktivitas.  
Dan hari ini sangat buruk juga. PMS datang ketika saya sedang  duduk mendengarkan dosen  dikelas. Hal yang benarbenar membuat repot. Sebenarnya, jumlah teman yang sakit siang ini cukup banyak dan saya pikir mereka lebih merana daripada saya, tetapiii L malah saya yang mereka khawatirkan, malah saya yang mereka terus tanya kabarnya.hufft L mungkin karena saya terus “manyun” no smile no friendly face, aseeeem dah wajah gue. Saya hanya tahu saya sakit, saya tidak merasa klau merek sakit juga. Beribu empati yang mulai mati, huaaa ;(
 Maaf teman, benarbenar maaf, terlalu banyak debu yang harus disapu, tetapi aku terus berjalan, menyapu sanasini. Doakan saja,
Peka, lebih merasa, pahami bahwa “sakit” adalah anugerah juga. Nikmati sebagai penggugur dosa, dan sakitmu tidak lebih berarti dari sebuah peluru yang menembus dadadada anak Palestina yang hapal qur’an. Pahami bahwa Allah menciptakan mereka disekitar kita, mereka adalah saudaramu juga. Bersimpati sajalah dulu jika mendahulukan saudara masih jauh untukmu.
picture from here

Wednesday, July 31, 2013

shaleh

"Primus", pria musholeh? pria mushola kali kak :D

Shaleh sosial atau shaleh ritual?
Islam itu kaffah, keseluruhan.
Maka semoga tidak hanya lantunan dari lembaran ayat suci
semoga merasuk, terpatri dalam setiap benak pemeluk agama yang indah ini.


kepanjangan tulisan seorang teman?

Thursday, July 4, 2013

Langkah Kita Hari ini ?

...

"Sekarang beranikah kita masih menyombongkan diri dengan dakwah yang kita lakukan…mengatakan lelah padahal belum banyak melakukan apa apa…bahkan terkadang…kita datang kepada dakwah dengan keterpaksaan, berat hati kita, terkadang menolak amanah, atau memilih amanah yang mudah2…"


diambil dari http://www.islamedia.web.id/2013/05/dakwah-kita-hari-ini.html

Monday, June 17, 2013

Tak Berjarak





Jarak, berjarak, antara perspektif, keberanian, dan rentang
masih antara aku, kamu, bahkan dia
yang menjadikan KITA.
jarak, rentang, adalah tentang banyak hal. Mereka bercerita tentang waktu-waktu yang terlewati. yang kita lewati bersama ataupun setelahnya. Tentang masalalu yang tidak seluruhnya manis,  hingga saat sekarang, saat saling sapa dan bertemu dalam masa yang berbeda, agak lebih dewasa.
tapi entahlah, tentang perspektif "kita", yang berbeda satu dan yang lainnya. aku memandangmu begini, kaupun punya punya kacamata sendiri. Setelah bertambah usia, dan jarak juga rentang antara kita, sebaiknya ubahlah perspektif lama, menjadi lebih bijaksana.
selain menjadi waktu, rentangpun adalah tentang usia. Rentang yang ini pun membuatku memberanikan diri melihat kalian. menyapa dan menebar rasa
.
Sekali lagi tentang jarak, perspektif, keberanian, dan rentang yang semoga membuat kita semakin tidak "berjarak". 

Dari Abdullah bin ‘Amr dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
“Orang yang menyambung silaturrahmi bukanlah orang yang membalas akan tetapi orang yang menyambung silaturrahmi adalah orang yang menyambungnya ketika dia itu terputus.” (HR. Al-Bukhari no. 5991)

وَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ - أَوْ لِأَخِيهِ- مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Anas bin Malik radhiallâhu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah (sempurna) iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri". (H.R. Muttafaqun 'Alaih).

Sunday, June 16, 2013

Mengurai hal-hal yang sangat kusut.





Apa jadinya bila pada satu malan adalah deadline dalam jadwal kamu untuk menyelesaikan sebuah makalah dan belajar tentang hambatan atensi, persepsi dan motorik. Apa jadinya bila sampai jam 19.43, yang kau lakukan hanya memecet tuts tuts keyboard saja. Dan apa jadinya ketika dari pagi kau hanya memasukan semangkuk mie kedalam perutmu itu?
Jadinya adalah belum ada apa apa yang kau lakukan. Masih stagnan. Seperti isi kepala dan isi hatimu itu. Seperti saat kau masih menjadi siswa di SMA. Seperti kau pertama kali menginjakkan di Universitas ini. Dan seperti saat sekarang, saat kau masih juga memencet tuts-tuts keyboard ini.
Setiap kita adalah makhluk Tuhan yang sempurna. Mempunyai akal, hati dan raga yang menjadi modalitas bagi kelangsungan hidup. Selanjutnya adalah bagaimana cara kita memanfaatkannya agar menjadi maksimal dan termanfaatkan. Tetapi, meski begitu, sebenarnya apa yang salah, sampai –sampai saya hanya maju satu senti dalam satu hari?
Sepertinya karena usaha yang kurang? Sepertinya karena salah jalan? Sepertinya karena segala kesalahan kita tidak sadar?
Tanda tanya besar yang terus menerus nongkrong di dahi dengan jarak 5cm.
tapi sebenarnya jawabnya adalah,


 
blogger template by arcane palette